nochan's & dityodwi's lil princess' diary

blog

taken from here: http://www.muslimnames.info/baby-girls/k/muslims-names-k-7/

with some adjustment to pelafalan (how Indonesian speaks) it comes down to: Kayra

~ happy 7th birthday, sayang.

fever

pagi ini Kayra demam, akhirnya nggak sekolah

AqJs1FM1wEJGOcxz4W-nLgxMXjV95QsG9iYsBy0tUP3l

padahal semalem abis lelarian di BxC baik-baik aja

Ap1QlGbDZXqN8ks2Rw_A89Y49fKdziUO4MOwhinPdbS1

duh, cepat sembuh yah puteri kecil ku sayangku.. šŸ˜„

Cutest toddler in the world

22Feb2012

Perkembangan Kayra ^^

sebelum terlewat dari ingatan, I’d like to jot down that at this stage, Kayra udah bisa:

– salim tangan*
(*cium punggung tangan dengan dahi)

– manggil “Ayah” dengan sangat jelas
meskipun sih, Kay serrrring banget pake kosa kata “ayaaah” untuk membahasakan segala macem lainnya

– manggil “Yangmi”;
biasanya “aammiii”, atau “emmmmiih”, atau “amiihh”

– nyebut “Gajah”;
atau Kay nyebutnya “Gaggaah”, “Jjjah”, “Ggaah”

– nyebut “Kupu-Kupu”;
dengan “Pppuu”, atau “Pupu”

– ngenalin “Spongebob” & “Mickeymouse”;
biasanya Kay nyebutnya “babababba”

– pakai sendok sendiri;
meskipun kadang ngga nyendokin apa-apa, tetep dimasukkin ke mulutnya :’)

– nyanyi bareng;
favoritnya: Old McDonalds have a farm “iYayaYayooo”, Cicak-cicak di dinding “…hhHHhaapPP”

– joged-joged;
biasanya paling asik jogednya kalo lagi nonton intro-nya yang kereta2 itu lhoh di tv kabel, yang pas cewe nyanyi

– main tendang-tendangan bola sama Ayah;
dan Kay nyebut bola -> “bbaah”

– histeria sama balon (masih, dari dulu sampe sekarang);
biasanya nyebut balon “bbaah” juga, sama dengan “bola”

– about salim;
makin kesini, makin pilih-pilih salim tangan, tadinya kirain moody, ternyata cuman mau salim kalau yang di-salim tangan-in mau pergi aja.. pinternyaaaa ^^

– dadahin orang ketika berpisah;
melambai sambil ngomong “dadddaaaa” – – dulu, ketika berpisah biasanya Kay diem aja, baru deh setelahĀ beneran berpisah, Kay ngomong “daddaaa” sendirian di mobil :)) :)) :)) :))

semua traits diatas, mostly karena diajarin Oom Andi, Oom Irvan, Eyangmi, Akung dan tentunya Bunda

I feel sad karena belum ada yang Ayah ajarin sendiri.. eh, ada ngga ya?

– – jadi pengen review photos Kayra buat di upload šŸ™‚

Kayra main di taman

Hari ini Kayra diajak main di taman rumah eyang…

Tapi kamu kenapa sediiih siih Kay sayaaaang???

oOoo, ternyata Kayra ngga mau main sendirian yaaa??

Pinginnya ditemenin…?? Sekarang ditemenin sama bunda langsung ceria yaaah?? yuuuk main yuuuk Kaaay….!!!! bunda nya juga kayaknya lagi seneng banget nich foto-foto *wink-wink*

(duuh, Ayah sedih dech ngga bisa nemenin)

*Eeehh itu kok pipinya kenapa merah sayaaang?? Pasti orat-oretan pake spidol lagi yaaah!! Besok beli buku gambar yaaa ^Ā  ^

Seneng kalo ngeliat Kay ceria & ngajak2in main.. šŸ™‚ šŸ™‚

wah. ayah udah lama bener ngga update blog Kayra yah.

I hope I’d have time to fill out the gaps. and backtrack-posts

kangen deh sama anakku yang makin lucu, udah bisa jalan, makin seneng becandaan sama ayah bunda nya, udah bisa salim, udah hobi dadah-dadahin orang & kissbye (tapi model-kissbye-asik-sendiri)

uuu-uu–uuu!

Membangun Kecerdasan Anak

artikel diambil dari:Ā http://afatih.wordpress.com/2010/11/02/membangun-kecerdasan-anak/


MembangunĀ KecerdasanĀ Anak

cara membangun kecerdasan anakBagaimana cara Membangun Kecerdasan Anak supaya cerdas dan kreatif. Seri pendidikan Islam untuk anak Muslim
OlehĀ A. Fatih Syuhud
Ditulis untukĀ Buletin SISWA MTs MA Al Khoirot
Ponpes Alkhoirot , Karangsuko, Malang (Jatim)

Apakah kecerdasan anak merupakan bawaan lahir atau dapat distimulasi atau dibangun? Jawaban para ahli adalah kedua-duanya. Anak terlahir dengan membawa genetika kecerdasan tertentu yang diperoleh dari orang tuanya. Tetapi pada waktu yang sama, kecerdasan otak yang sudah ada juga dapat ditingkatkan dengan menstimulasi atau merangsang perkembangan sel-sel otaknya.

Ahli fisiologi menyatakan bahwa ada periode singkat dalam masa anak-anak saat di mana mereka sangat sensitif pada bentuk pembelajaran terterntu. Konsep nilai benar dan salah dibentuk pada periode ini. Apabila periode sensitif ini dimanfaatkan secara maksimal oleh orang tua untuk merangsang otak anak, hasilnya akan luar biasa. Sebaliknya, apabila peiode ini dibiarkan berlalu begitu saja, ada kemungkinan anak akan kesulitan untuk mempelajari hal-hal tertentu kelak.

Karena karakteristik fisiologis otak anak yang khas inilah, ia memiliki kemampuan mempelajari dua atau tiga bahasa sekaligus lebih mudah dari pada orang dewasa.

Menurut Maria Montessori, seorang ahli fisiologi dan edukator Italia, periode sensitif anak dapat diklasifikasikan ke dalam enam periode sebagai berikut:

  1. Periode sensitif pada perintah
  2. Periode perbaikan indra rasa
  3. Periode sensitif bahasa
  4. Periode sensitif untuk berjalan
  5. Periode sensitif tertarik pada objek-objek kecil
  6. Periode sensitif pada aspek sosial kehidupan

Periode Sensitif Menurut Usia versi Maria Montessori

Usia Sensitifitas
Lahir sampai 3 tahun Usia serapan: Anak menyerap seluruh informasi yang masuk
Masa pembelajaran pancaindera: anak menggunakan seluruh pancaindera untuk memahami and menyerap informasi pada lingkungannya
1Ā½ sampai 3 tahun Bahasa: anak membangun dasar kemampuan berbahasa
1Ā½ sampai 4 tahun Pengembangan dan koordinasi kemampuan otot, tertarik pada objek-objek kecil, belajar menggenggam dan melepaskan.
2 sampai 4 tahun Sangat dinamis dengan perbaikan koordinasi dan gerakan, semakin tertarik pada bahasa dan komunikasi (anak suka bercerita), mengenal tempat / ruangan.
2Ā½ sampai 6 tahun Dapat mennggabungkan seluruh pancaindera dengan baik untuk belajar dan beradaptasi pada lingkungan.
3 sampai 6 tahun Tertarik dan mengagumi dunia dewasa: mereka ingin meniru orang dewasa seperti orang tua dan guru.
4 sampai 5 tahun Menggunakan tangan dan jari untuk memotong, menulis dan melukis. Kemampuan meraba sudah bagus.
4Ā½ sampaiĀ  6 tahun Siap untuk dapat membaca dan menghitung, dan akhirnya mampu membaca dan menghitung.

Perlu diketahui bahwa 50 persen dari keseluruhan kapasitas kecerdasan manusia sudah terbangun pada saat anak berumur 4 tahun dan 80 persen pada usia 8 tahun. Setelah itu, kemampuan mental hanya dapat berubah sekitar 20 persen. Oleh karena itu, membangun kecerdasan anak yang terpenting adalah saat usia pra-sekolah sampai masa remaja.

Tag Cloud